Info Tambahan : Asal Negara : Jepang Judul Asli : Koi Wa Tsudzuku yo Doko Made mo Tahun Rilis : 2020 Jaringan TV : TBS Jumlah Episode : 10 Pemain : Kamishiraishi Mone (Sakura Nanase) Satoh Takeru (Tendo Kairi) Karina (Tendo Ryuko) Maiguma Tatsuya (Kisugi Koichi) Katase Nana (Yuki Sayoko) Watanabe Keisuke (Nishi Ryusei)
Dari judulnya, dari posternya, kita sudah bisa menyimpulkan kalau film animasi ini memiliki alur yang sama dengan kisah Beauty and The Beast. Kisah cinta antara seorang wanita cantik dengan monster.
Saya sudah pernah bilang kalau saya suka karakter Belle, si wanita cantik itu, jadi apa salahnya jika menonton.
Ini animasi tentang metaverse…
Alkisah seorang remaja bernama Suzu, yang menarik diri dari pergaulan karena kesedihan yang dalam setelah ibunya meninggal. Ibunya nekat menolong seorang anak kecil yang terjebak banjir, namun dirinya sendiri tidak tertolong.
Ini membawa kesedihan yang panjang bagi Suzu. Juga kemarahan. Kenapa ibunya memilih menolong anak lain dan meninggalkan dirinya?
Ia bahkan tidak mampu bernyanyi lagi karena perasaannya itu.
Ini adalah ciri khas dari film-film Jepang. Baik animasi maupun non animasi. Selalu saja mengeksplorasi perasaan manusia.
Rasa-rasa yang mungkin menurut kita sepele, tapi bisa dibuat sedemikian besar oleh orang Jepang. Namun juga bisa membuat kita berfikir kembali tentang rasa-rasa itu dan memahaminya.
Ketika akhirnya Suzu memilih masuk ke U. Dunianya berubah.
U adalah metaverse dengan 5 milyar pengguna. U akan mensikronisasi dirimu dan menciptakan Avatar baru untukmu di U. Dibuat secara otomatis berdasarkan informasi biometrikmu. Jadi kamu tidak akan bisa membuat kloningan, sebagaimana kloninganmu di FB. Hahahaha…
Kau tak bisa mulai dari awal di dunia nyata, tetapi bisa mulai dari awal di U.
Slogan U yang akhirnya membuat Suzu masuk ke sana dan memulai awal baru dengan nama Bell.
Dan benar saja, di sana dia membuat lagu, bernyanyi dan menjadi biduanita paling favorit di U. Dan di sana juga dia bertemu Beast. Monster yang paling dibenci di U.
Waduh, saya takjub bagaimana anime ini mampu mengubah cerita Beauty and The Beast yang jadul menjadi cerita baru yang kekinian.
Selain itu pergerakan animasinya tidak terjeda, grafik yang luar biasa. Warna-warni yang indah memanjakan mata. Kamu bahkan bisa melihat gambar Kamishin, teman Suzu, berlatih kano dibuat seperti hidup. Waow…
Sebagai penggemar film animasi, ini bukan sekedar film kartun. Ini adalah seni…
Akhir kisahnya bahkan tidak seperti cerita Beauty and The Beast. Walaupun tetap mengambil inti dari kisahnya, yaitu menguak identitas asli si Beast, sang monster.
Film ini menjadi film Jepang terlaris ketiga setelah Evangelion: 3.0+1.0: Thrice Upon A Time dan Detective Conan: The Scarlet Bullet di tahun 2021 lalu.
Setelah Kimi No Nawa, akhirnya ada lagi anime yang bagusnya menarik hati. Saya merekomendasikan kamu menonton dan menikmatinya.

Komentar
Posting Komentar